Perputaran Modal Kerja

Rasio keuangan yang dijadikan sebagai tolok ukur likuiditas suatu perusahaan adalah rasio keuangan rasio lancar atau current ratio. Dengan membandingkan besarnya nilai aktiva lancar dengan pasiva lancar dapat diperoleh gambaran mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran atas kewajiban jangka pendek suatu perusahaan. Berdasarkan pada hal tersebut, maka dalam literature banyak yang mengatakan dalam hal rasio lancar yang tidak lebih dari 2,0 dari segi kepentingan para kreditur jangka pendek sudah bias dianggap cukup aman. Dengan kata lain, pernyataan tersebut ditinjau dari segi likuiditas badan usaha, perusahaan yang memiliki rasio lancar sebesar 2 bisa dikatakan cukup stabil.
Untuk suatu perusahaan, terpenuhinya tuntutan likuiditas badan usaha yang cukup tinggi, masih tidak cukup. Selain pemimpin perusahaan harus menjaga kelancaran pembayaran hutang jangka pendeknya, ia juga harus menjaga kelancaran kegiatan perusahaan sehari – hari tidak terganggu kelancarannya.
Berarti, selain harus menjaga likuiditas badan usaha, pemimpin perusahaan harus menjaga likuiditas perusahaan juga. Dalam hal tingginya rasio lancar yang diperlukan agar terpenuhinya likuiditas badan usaha tidak sama dengan yang diperlukan untuk menjaga likuiditas perusahaan, maka perusahaan harus memilih yang paling tinggi antara kedua macam likuiditas tersebut.
Penggunaan rasio lancar yang disertai dengan penggunaan rasio keuangan, rasio keuangan pendukungnya sebagai tolok ukur likuiditas badan usaha, sekiranya dapat mecukupi.
Tetapi jika digunakan untuk tolok ukur likuiditas perusahaan, tolok ukur yang lebih diseyogyakan penggunaannya adalah rasio keuangan perputaran modal kerja.
Alasan – alasannya antara lain :
a. Dalam rumus rasio lancar sama sekali belum dimasukkan besarnya kegiatan sahari – hari perusahaan. Pada perputaran modal kerja, unsur tersebut diwakili oleh angka hasil penjualan.
b. Rasio tingginya berubah – ubah. Begitu perusahan menerima pinjaman jangka pendek misalnya dari bank, dari para levansir atau dari sumber lainnya, rasio lancar menjadi meningkat. Untuk kejadian sebaliknya adalah saat perusahaan melunasi seluruhnya atau sebagian hutang jangka pendeknya, rsio lancar akan menurun. Hal demikian tidak akan ditemui pada rasio keuangan perputaran modal kerja.
Keuangan lain dari dimilikinya rasio perputaran modal kerja sebagai tolok ukur likuiditas perusahaan adalah bahwa dalam rasio perputaran modal kerja yang optimal, didalamnya terdapat unsur – unsur sebagai berikut :
a. Batas kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan hutang jangka pendek perusahaan sudah masuk perhitungan.
b. Batas kemampuan aktiva lancar dalam melayani kegiatan perusahaan sehari – hari, juga sudah masuk perhitungan.
c. Angka perputaran modal kerja mempunyai sifatbebas dan fluktuasi musiman dan hal – hal lain terjadi secara kebetulan.
Angka peputaran modal kerja yang ideal adalah yang paling tinggi optimalnya. Nilai optimal perputaran modal kerja bidang usaha yang satu beda dengan nilai optimal perputaran modal kerja untuk bidang usaha yang lain. Begitu juga antar perusahaan, berbeda juga nilai optimalnya, walaupun bidang usahanya sama. Beda kebijakan persediaan, beda kebijakan penjualan, beda lokasi, beda bentuk yuridis badan dan sebagainya ikut menentukan panjang atau pendeknya angka perputaran modal kerja yang optimal.
Angka perputaran modal kerja yang terlalu jauh dari nilai optimalnya adalah tidak baik. Angka perputaran modal kerja yang terlalu jauh diatas nilai optimalnya, dapat terjadi sebagai akibat terlalu kecilnya modal kerja perusahaan. Kekurangan bayaran atas hutang perusahaan dapat terjadi. Jika rasio lancar dipandang bias diturunkan, memang aktiva lancar perusahaan masih bisa diperbesar jumlahnya dengan menggunakan sumber pembiayaan kredit jangka pendek. Dengan bertambahnya hutang lancar, sekalipun dibarengi dengan meningkatnya aktiva lancar, akan mengakibatkan menurunnya rasio lancar menuju kearah minimumnya.
Apabila seluruh potensi pemanfaatan kredit spontan sudah digunakan, berarti kapasitas keuangan jangka pendek perusahaan sudah sepenuhnya digunakan. Kelebihan permintaan akan hasil produksi perusahaan terpaksa ditolak, karena perusahaan tidak dapat melayaninya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: